MAKALAH KESEHATAN LINGKUNGAN
Disusun oleh :
Miftahul Jannah Syafar
0021958579
KELAS XI MIPA 6
MAN 2 KOTA MAKASSAR
T.A
2018-2019
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur
ke hadirat Allah SWT, akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini, yang
berjudul “KESEHATAN LINGKUNGAN”
Saya menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya, hal
ini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki,
oleh karena itu saya sangat mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya
membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Pada kesempatan ini, saya
mengucapkan terima kasih kepada semua sumber-sumber yang telah membantu
terselesaikannya tugas ini, semoga Allah SWT, membalas amal kebaikannya. Amin.
Dengan segala pengharapan dan doa
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi saya sendiri khususnya dan
bagi pembaca umumnya.
28 Februari 2019, Makassar
Penulis
DAFTAR ISI
K. Upaya
Meningkatkan Kesehatan
Lingkungan.....................................................11
B. Saran.............................................................................................................................11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan lingkungan
merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan
merupakan salah satu unsur penentu atau determinan dalam kesejahteraan
penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup
dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingginya angka kematian bayi pada suatu daerah disebabkan
karena faktor perilaku (perilaku perawatan pada saat hamil dan perawatan bayi,
serta perilaku kesehatan lingkungan ) dan faktor kesehatan lingkungan.
Pada masa yang datang
pemerintah lebih fokus pada pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan dan
pengembangan wilayah yang berkesadaran lingkungan, sementara pihak pengguna
infrastruktur dalam hal ini masyarakat secara keseluruhan harus disiapkan
dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik (tahu sesuatu atau tahu bersikap
yang semestinya) Masa datang kita dihadapkan dengan penggunaan IPTEK yang lebih
maju dan lebih kompleks yang memerlukan profesionalisme yang lebih baik dengan
jenjang pendidikan yang memadai.
Di samping itu dalam
proses pembangunan masa datang, diperlukan adanya teknologi kesehatan
lingkungan yang menitik beratkan upayanya pada metodologi mengukur dampak
kesehatan dari pencemaran yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan, Indikator
ini harus mudah, murah untuk diukur juga sensitif menunjukkan adanya perubahan
kualitas lingkungan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan kesehatan?
2.
Apa
yang dimaksud dengan kesehatan lingkungan?
3.
Apa
pengertian kesehatan lingkungan menurut para ahli?
4.
Apa
saja syarat-syarat lingkungan yang sehat?
5.
Bagaimana
cara memelihara kesehatan lingkungan?
6.
Apa
tujuan pemeliharaan kesehatan lingkungan?
7.
Apa
ruang lingkup kesehatan lingkungan?
8.
Apa
saja masalah-masalah lingkungan kesehatan masyarakat?
9.
Penyakit
apa yang ditimbulkan jika lingkungan tidak sehat?
10.
Apa
faktor-faktor penyebab terjadinya masalah kesehatan masyarakat?
11.
Bagaimana
upaya meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat?
C. Tujuan dan Manfaat
Penelitian
1. Untuk mengetahui pengertian dari kesehatan
2. Untuk mengetahui pengertian dari kesehatan lingkungan
3. Untuk menegetahui penadapat para ahli tentang kesehatan lingkungan
4.
Untuk
mengetahui syarat-syarat lingkungan sehat
5.
Untuk
mengetahui cara pemeliharaan kesehatan lingkungan
6.
Untuk
mengetahui tujuan pemeliharaan kesehatan lingkungan
7.
Untuk
mengetahui ruang lingkup kesehatan lingkungan
8.
Untuk
mengetahui masalah-masalah lingkungan kesehatan
9.
Untuk
mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh lingkungan yang tidak sehat
10.
Untuk
mengetahui faktor penyebab terjadinya masalah kesehatan
11.
Untuk
mengetahui upaya meningkatkan kesehatan lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kesehatan
a.
Menurut
WHO
“Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak
hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”
b.
Menurut
UU No 23 / 1992 ttg Kesehatan
“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”
c.
Konsep
Sehat Sakit
Menurut WHO
(1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik
secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan (WHO, 1947).
Definisi WHO
tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep
sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) :
a)
Memperhatikan
individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
b)
Memandang
sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.
c)
Penghargaan
terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.
d.
Sehat
Menurut Depkes RI
UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :
Kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif
secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat
sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan
sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Dalam pengertian yang
paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu
menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis,
intelektua, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam
mempertahankan kesehatannya. Perilaku sakit merupakan perilaku orang sakit yang
meliputi: cara seseorang memantau tubuhnya; mendefinisikan dan
menginterpretasikan gejala yang dialami; melakukan upaya penyembuhan; dan
penggunaan sistem pelayanan kesehatan.
Seorang individu yang merasa dirinya sedang sakit perilaku sakit
bisa berfungsi sebagai mekanisme koping Bauman (1965).
B. Pengertian kesehatan lingkungan
Kesehatan lingkungan
adalah kesehatan yang sangat penting bagi kelancaran kehidupan dibumi, karena
lingkungan adalah tempat dimana pribadi itu tinggal. Lingkungan yang sehat
dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi syarat-syarat lingkungan yang sehat.
Kesehatan lingkungan adalah suatu ilmu dan seni
dalam mencapai keseimbangan antara lingkungan dan manusia, ilmu dan juga seni
dalam pengelolaan lingkungan sehingga dapat tercapai kondisi yang bersih,
sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari gangguan berbagai macam penyakit.
Ilmu Kesehatan Lingkungan mempelajari dinamika
hubungan interaktif antara kelompok penduduk dengan berbagai macam perubahan
komponen lingkungan hidup yang menimbulkan ancaman/berpotensi mengganggu
kesehatan masyarakat umum.
C. Pengertian kesehatan lingkungan menurut para ahli
·
Menurut, Slamet Riyadi – Ilmu Kesehatan
Lingkungan adalah bagian integral dari ilmukesehatan masyarakat yang khusus
mempelajari dan menangani hubungan manusia dengan lingkungannya dalam keseimbangan
ekologi dengan tujuan membina & meningkatkan derajat kesehatan maupun
kehidupan sehat yang optimal.
·
Lalu menurut, H.J. Mukono – Ilmu Kesehatan
Lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara faktor
kesehatan dan faktor lingkungan.
·
Sedangkan menurut, WHO (World Health
Organization) – Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang
harus ada antara manusia & lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat
dari manusia.
·
Dan menurut, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan
Indonesia (HAKLI) – Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang
mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia &
lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat
& bahagia
D. Syarat-syarat Lingkungan Yang
Sehat
1. Keadaan Air
Air yang sehat adalah air
yang tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat kejernihan air tersebut,
kalau sudah pasti kebersihannya dimasak dengan suhu 1000C, sehingga bakteri
yang di dalam air tersebut mati.
2. Keadaan Udara
Udara yang sehat adalah
udara yang didalamnya terdapat yang diperlukan, contohnya oksigen dan di
dalamnya tidka tercear oleh zat-zat yang merusak tubuh, contohnya zat CO2 (zat
carbondioksida).
3. Keadaan tanah
Tanah yang sehat adalah
tamah yamh baik untuk penanaman suatu tumbuhan, dan tidak tercemar oleh zat-zat
logam berat.
E. Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan
Lingkungan
1. Tidak mencemari air
dengan membuang sampah disungai
2. Mengurangi penggunaan
kendaraan bermotor
3. Mengolah tanah
sebagaimana mestinya
4. Menanam tumbuhan pada
lahan-lahan kosong.
F. Tujuan
Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
·
Mengurangi Pemanasan
Global Dengan menanam tumbuhan sebanyak-banyaknya pada lahan kosong, maka kita
juga ikut serta mengurangi pemanasan global, karbon, zat O2 (okseigen) yang
dihasilkan tumbuh-tumbuhan dan zat tidak langsung zat CO2 (carbon) yang
menyebabkan atmosfer bumi berlubang ini terhisap oleh tumbuhan dan secara
langsung zat O2 yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati oleh manusia tersebut
untuk bernafas.
·
Menjaga Kebersihan
LingkunganDengan lingkungan yang sehat maka kita harus menjaga kebersihannya,
karena lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bersih dari segala penyakit
dan sampah.Sampah adalah mush kebersihan yang paling utama. Sampah dapat dibersihkan
dengan cara-cara sebagai berikut ;
a. Membersihkan Sampah OrganikSampah organik adalah sampah yang dapat dimakan
oleh zat-zat organik di dalam tanah, maka sampah organik dapat dibersihkan
dengan mengubur dalam-dalam sampah organik tersebut, contoh sampah organik :
a.
Daun-daun tumbuhan
b.
Ranting-ranting tumbuhan
c.
Akar-akar tumbuhan
b. Membersihkan Sampah Non OrganikSampah non organik adalah sampah yang tidak
dapat hancur (dimakan oleh zat organik) dengan sendirinya, maka sampah non
organik dapat dibersihkan dengan membakar sampah
G. Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
Kontribusi lingkungan
dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di samping
masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan.
Lingkungan memberikan kontribusi terbesar terhadap timbulnya masalah kesehatan
masyarakat.
a.
Menurut WHO
a.
Penyediaan Air Minum
b.
Pengelolaan air Buangan
dan pengendalian pencemaran
c.
Pembuangan Sampah Padat
d.
Pengendalian Vektor
e.
Pencegahan/pengendalian
pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
f.
Higiene makanan, termasuk
higiene susu
g.
Pengendalian pencemaran
udara
h.
Pengendalian radiasi
i.
Kesehatan kerja
j.
Pengendalian kebisingan
k.
Perumahan dan pemukiman
l.
Aspek kesling dan
transportasi udara
m.
Perencanaan daerah dan
perkotaan
n.
Pencegahan kecelakaan
o.
Rekreasi umum dan
pariwisata
p.
Tindakan-tindakan sanitasi
yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan
penduduk.
q.
Tindakan pencegahan yang
diperlukan untuk menjamin lingkungan.
b.
Menurut UU No 23 tahun
1992 Tentang Kesehatan (Pasal 22 ayat 3), ruang lingkup kesehatan lingkungan
sebagai berikut :
1. Penyehatan Air dan Udara
2. Pengamanan Limbah padat/sampah
3. Pengamanan Limbah cair
4. Pengamanan limbah gas
H.
Masalah – Masalah Lingkungan Kesehatan
Masyarakat
1.
Urbanisasi
Penduduk
Di Indonesia,
terjadi perpindahan penduduk dalam jumlah besar dari desa ke kota. Lahan
pertanian yang semakin berkurang terutama di pulau Jawa dan terbatasnya
lapangan pekerjaan mengakibatkan penduduk desa berbondong-bondong datang ke
kota besar mencari pekerjaan sebagai pekerja kasar seperti pembantu rumah
tangga, kuli bangunan dan pelabuhan, pemulung bahkan menjadi pengemis dan
pengamen jalanan yang secara tidak langsung membawa dampak sosial dan dampak
kesehatan lingkungan, seperti munculnya permukiman kumuh dimana-mana.
2.
Tempat
Pembuangan Sampah
Di hampir
setiap tempat di Indonesia, sistem pembuangan sampah dilakukan secara dumping
tanpa ada pengelolaan lebih lanjut. Sistem pembuangan semacam itu selain
memerlukan lahan yang cukup luas juga menyebabkan pencemaran pada udara, tanah,
dan air selain lahannya juga dapat menjadi tempat berkembangbiaknya agens dan
vektor penyakit menular.
3.
Penyediaan
Sarana Air Bersih
Berdasarkan
survei yang pernah dilakukan, hanya sekitar 60% penduduk Indonesia mendapatkan
air bersih dari PDAM, terutama untuk penduduk perkotaan, selebihnya mempergunakan
sumur atau sumber air lain. Bila datang musim kemarau, krisis air dapat terjadi
dan penyakit gastroenteritis mulai muncul di mana-mana.
4.
Pencemaran
Udara
Tingkat
pencemaran udara di Indonesia sudah melebihi nilai ambang batas normal terutama
di kota-kota besar akibat gas buangan kendaraan bermotor. Selain itu, hampir
setiap tahun asap tebal meliputi wilayah nusantara bahkan sampai ke negara
tetangga akibat pembakaran hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan.
5.
Pembuangan
Limbah Industri dan Rumah Tangga
Hampir semua
limbah cair baik yang berasal dari rumah tangga dan industri dibuang langsung
dan bercampur menjadi satu ke badan sungai atau laut, ditambah lagi dengan
kebiasaan penduduk melakukan kegiatan MCK di bantaran sungai. Akibatnya,
kualitas air sungai menurun dan apabila di-gunakan untuk air baku memerlukan
biaya yang tinggi.
6.
Bencana
Alam/Pengungsian
Gempa bumi,
tanah longsor, gunung meletus, atau banjir yang sering terjadi di Indonesia
mengakibatkan penduduk mengungsi yang tentunya menambah banyak permasalahan
kesehatan lingkungan.
7.
Perencanaan
Tata Kota dan Kebijakan Pemerintah
Perencanaan
tata kota dan kebijakan pemerintah seringkali menimbulkan masalah baru bagi
kesehatan lingkungan. Contoh, pemberian izin tempat permukinan, gedung atau
tempat industri baru tanpa didahului dengan studi kelayakan yang berwawasan
lingkungan dapat menyebabkan terjadinya banjir, pencemaran udara, air, dan
tanah serta masalah sosial lain.
I.
Penyakit Yang Ditimbulkan Oleh
Lingkungan Yang Tidak Sehat
1. Kolera
Penyakit
saluran cerna yang disalurkan lewat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tifus
perut
Penyakit
saluran cerna yang ditularkan lewat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.
penggunaan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan untuk kepentingan rumah
tangga menyebabkan banyaknya penderita penyakit perut menular.
3. Diare
Penyakit
saluran cerna yang ditandai bercak-cak encer dengan atau tanpa darah dan
muntah-muntah.penyakit ini disebabkan oleh kerusakan organik /fungsional
saluran cerna.
4. Leptospitosis
Penyakit
yang disebabkan lewat tampungan air hujan
yang telah tercemar kemih tikus.
5. Malaria
dan DBD
Penyakit
yang disebabkan oleh nyamuk yang berkembang di wadah penyimpanan air, sedangkan
penderita disalurkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
6. TBC
Penyakit
yang berkembang pada pemukiman yang padat dengan pertukaran udara yang buruk.
7. Cacar
Penyakit
yang disebabkan oleh virus yang terdapat di udara. Infeksi cacar timbul apabila ada kontak langsung
dengan penderita/pakaian penderita.
8. Influenza
Penyakit
yang penularannya disebabkan oleh udara masyarakat
J. Faktor
Penyebab Terjadinya Masalah Kesehatan Masyarakat
1. Faktor Lingkungan
a)
Kurangnya
peran serta masyarakat dalam mengatasi kesehatan (masalah masalah kesehatan).
b)
Kurangnya
sebagian besar rasa tanggung jawab masyarakat dalam bidang kesehatan.
2. Faktor Perilaku dan Gaya Hidup
Masyarakat Indonesia
a)
Masih
banyak insiden atau kebiasaan masyarakat yang selalu merugikan dan membahayakan
kesehatan mereka.
b)
Adat
istiadat yang kurang atau bahkan tidak menunjang kesehatan.
3. Faktor Sosial Ekonomi
a)
Tingkat
pendidikan masyarakat di Indonesia sebagian besar masih rendah.
b)
Kurangnya
kesadaran dalam pemeliharaan kesehatan. Budaya sadar sehatbelum merata ke
sebagian penduduk Indonesia.
c)
Tingkat
social ekonomi dalam hal ini penghasilan juga masih rendah dan memprihatinkan.
4. Faktor Pelayanan Kesehatan
a)
Cakupan
pelayanan kesehatan belum menyeluruh dimana ada sebagian propinsi di indonsia
yang belum mendapat pelayanan kesehatan maksimal dan belum merata.
b)
Upaya
pelayanan kesehatan sebagian masih beriorientasi pada upaya kuratif.
c)
Sarana
dan prasarana belum dapat menunjang pelayanan kesehatan.
K. Upaya
Meningkatkan Kesehatan Lingkungan Masyarakat
1.
Paradigma Baru Kesehatan
Setelah
tahun 1974 terjadi penemuan bermakna dalam konsep sehat serta memiliki makna
tersendiri bagi para ahli kesehatan masyarakat di dunia tahun 1994 dianggap
sebagai pertanda dimulainya era kebangkitan kesehatan masyarakat baru, karena
sejak tahun 1974 terjadi diskusi intensif yang berskala nasional dan internasional
tentang karakteristik, konsep dan metode untuk meningkatkan pemerataan
pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Setelah
deklarasi Alma HFA-Year 2000 (1976), pertemuan Mexico (1990) dan Saitama (1991)
para ahli kesehatan dan pembuat kebijakan secara bertahap beralih dari
orientasi sakit ke orientasi sehat. Perubahan tersebut antara lain disebabkan
oleh :
a.
Transisi
epidemiologi pergeseran angka kesakitan dan kematian yang semula disebabkan
oleh penyakit infeksi ke penyakit kronis, degeneratif dan kecelakaan.
b.
Batasan
tentang sehat dari keadaan atau kondisi ke alat/sarana.
c.
Makin
jelasnya pemahaman kita tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan
penduduk.
2. Upaya Kesehatan
Program
kesehatan yang mengutamakan upaya penyembuhan penyakit dalam jangka panjang
dapat menjadi bumerang terhadap program kesehatan itu sendiri, maka untuk
menyongsong PJP-II program kesehatan yang diperlukan adalah program kesehatan
yang lebih “efektif” yaitu program kesehatan yang mempunyai model-model
pembinaan kesehatan (Health Development Model) sebagai paradigma pembangunan
kesehatan yang diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus memenuhi PJP-II.
Model ini menekankan pada upaya kesehatan dan mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
a.
Mempersiapkan
bahan baku sumber daya manusia yang berkualitas untuk 20-25 tahun mendatang.
b.
Meningkatkan
produktivitas sumber daya manusia yang ada.
c.
Melindungi
masyarakat luas dari pencemaran melalui upaya promotif-preventif-protektif
dengan pendekatan pro-aktif.
d.
Memberi
pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit.
e.
Promosi
kesehatan yang memungkinkan penduduk mencapai potensi kesehatannya secara penuh
(peningkatan vitalitas) penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan
terhadap penyakit.
f.
Pencegahan
penyakit melalui imunisasi : bumil (ibu hamil), bayi, anak, dan juga melindungi
masyarakat dari pencemaran.
g.
Pencegahan,
pengendalian, penanggulangan pencemaran lingkungan serta perlindungan
masyarakat terhadap pengaruh lingkungan buruk (melalui perubahan perilaku)
h.
Penciptaan
lingkungan yang memungkinkan masyarakat dapat hidup dan bekerja secara sehat.
i.
Pengembangan
kebijakan yang dapat memberi perlindungan pada kepentingan kesehatan masyarakat
luas (tidak merokok di tempat umum).
j.
Penyelenggaraan
pelayanan kesehatan dasar bagi yang sakit.
3. Kebijakan Kesehatan Baru
Perubahan
paradigma kesehatan yang kini lebih menekankan pada upaya promotif-preventif
dibandingkan dengan upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan merupakan titik
balik kebijakan Depkes dalam menangani kesehatan penduduk yang berarti program
kesehatan yang menitikberatkan pada pembinaan kesehatan bangsa bukan sekedar
penyembuhan penyakit. Thomas Kuha menyatakan bahwa hampir setiap terobosan baru
perlu didahului dengan perubahan paradigma untuk merubah kebiasaan dan cara
berpikir yang lama.
4. Konsekuensi Implikasi dari
Perubahan Paradigma
Perubahan
paradigma kesehatan apabila dilaksanakan dapat membawa dampak yang cukup luas.
Hal itu disebabkan karena pengorganisasian upaya kesehatan yang ada, fasilitas
pelayanan kesehatan yang ada, adalah merupakan wahana dan sarana pendukung dari
penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada upaya penyembuhan
penyakit, maka untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat yang
berorientasi pada upaya promotif-preventif proaktif, community centered,
partisipasi aktif dan pemberdayaan masyarakat, maka semua wahana tenaga dan
sarana yang ada sekarang perlu dilakukan penyesuaian atau bahkan reformasi
termasuk reformasi kegiatan dan program di pusat penyuluhan kesehatan.
5. Indikator Kesehatan
WHO
menyarankan agar sebagai indikator kesehatan penduduk harus mengacu pada empat
hal sebagai berikut :
a.
Melihat
ada tidaknya kelainan patosiologis pada seseorang
b.
Mengukur
kemampuan fisik
c.
Penilaian
atas kesehatan sendiri
d.
Indeks
massa tubuh
6. Tenaga Kesehatan
Peranan
dokter, dokter gigi, perawat dan bidan dalam upaya kesehatan yang menekankan
penyembuhan penyakit adalah sangat penting. Pengelolaan upaya kesehatan dan
pembinaan bangsa yang sehat memerlukan pendekatan holistic yang lebih luas,
menyeluruh, dan dilakukan terhadap masyarakat secara kolektif dan tidak
individu.
7. Pemberdayaan Masyarakat
Dalam
pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang sangat penting adalah bagaimana
mengajak dan menggairahkan masyarakat untuk dapat tertarik dan bertanggungjawab
atas kesehatan mereka sendiri dengan memobilisasi sumber dana yang ada pada
mereka.
8. Kesehatan dan Komitmen Politik
Masalah
kesehatan pada dasarnya adalah masalah politik oleh karena itu untuk memecahkan
masalah kesehatan diperlukan komitmen politik. Dewasa ini masih terasa adanya
anggapan bahwa unsur kesehatan penduduk tidak banyak berperan terhadap
pembangunan sosial ekonomi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesehatan lingkungnan
yaitu bagian integral ilmu kesehatan masyarakat yang khusus menangani dan
mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan dalam keseimbangan ekologis.
Cara-cara Pemeliharaan
Kesehatan Lingkungan
1. Tidak mencemari air
dengan membuang sampah disungai
2. Mengurangi penggunaan
kendaraan bermotor
3. Mengolah tanah
sebagaimana mestinya
4. Menanam tumbuhan pada
lahan-lahan kosong
Kontribusi lingkungan
dalam mewujudkan derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di samping
masalah perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan faktor keturunan.
B.
Saran
Saya mengucapkan terima kasih
kepada semua sumber-sumber yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya, untuk itu mohon
maaf sekaligus kami berharap saran dan kritik yang membangun dari para pembaca
semua. Semoga makalah ini nantinya bermanfaat untuk kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Budihardjo Ir, Eko, Prof. M.S.C. 2003. Kota dan
Lingkungan. United Nation University Pers : Jakarta.
Jasan, Hunter. Pejabat
Program Lingkungan. Nautilus Institue for Security and Sustainable Development: California.
Departemen
Kesehatan Repubik Indonesia.. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan.
Menteri
Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang Syarat-syarat
dan Pengawasan Kualitas Air.
Soeparman,
Suparmin. 2001.Pembuangan Tinja dan Limbah Cair. Suatu Pengantar EGC:
Jakarta.
Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES/SK /VII/2003 tentang Persyaratan
Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran.
Ikatan
Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2012. Naskah Akademik Pendidikan
Kesehatan Masyarakat: Jakarta.
Kartayasapoetra, G.,dkk. 2005. Ilmu Gizi.
Rineka Cipta: Jakarta.
Nasution,
Siti Khadijah. 2009. Artikel Kesehatan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara: Medan.
Notoatmodjo,
Soekidjo. 2008. Kesehatan Masyarakat: ilmu dan seni. Rineka Cipta: Jakarta.
Soekidjo,
Notoatmodjo. 2003. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu PerilakuKesehatan.
AndiOffset: Yogyakarta.
World
Health Organization (WHO). Environmental Health. Disitasi dari http://www.WHO.int.
Last Update : Januari 2008.
World
Health Organization (WHO). Environmental Health. Disitasi dari :
http://www.WHO.int. Last Update : November 2016.
Setiyabudi
R. Dasar Kesehatan Lingkungan. Disitasi dari : http://www.ajago.blogspot.htm. Last Update :
Desember 2007
http://www.bps.go.id/tamatan-sekolah-di
indonesia-2010
http://www.bps.go.id/jumlah-penduduk-dki
jakarta-2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar